Reuni UNDIP : Setelah Undip mengembangkan tangan bionik yang berfungsi untuk menggantikan tangan yang hilang karena kecelakaan. Kini, Muhammad Mutoha dan Zainal Arifin di bawah arahan Dosen Departemen Teknik Mesin Mochammad Ariyanto, ST, MT mengembangkan wearable supernumerary robotic fingers (WSRF).

WSRF ini menambahkan dua jari robotik yang digunakan membantu aktivitas penderita pasien hemiplegia atau hemiparesis dalam menggenggam dan memanipulasi objek.

Hemiplegia adalah jika satu tangan menjadi lumpuh dan tak dapat bergerak. Sedangkan Hemiparesis adalah jika satu tangan menjadi lemah, namun tak sepenuhnya lumpuh.

Pada penderita hemiplegia atau hemiparesis, saat melakukan beberapa kegiatan yang membutuhkan kedua tangan misalnya mengangkat benda yang cukup besar, membuka tutup botol, membuka tutup toples, mengencangkan baut pada komponen elektronik dan lain sebagainya akan sulit dilakukan.

“Dengan adanya WSRF tersebut, pasien dapat melakukan kegiatan yang membutuhkan dua tangan dapat dilakukan hanya dengan satu tangan saja. Alat ini menggunakan sistem pintar Neural Network yang ditanamkan ke dalam microcontroller untuk mengendalikan postur jari robot tambahan agar bisa bersinergi dengan jari-jari tangan pengguna,” terang Mochamad Ariyanto dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, alat ini juga dilengkapi dengan force sensing untuk mengetahui gaya yang telah diberikan ketika menggenggam benda.

Pengembangan WSRF didukung dan dibantu oleh Ketua Undip Robotic Development Center (URDC) Dr. Eng. Munadi, ST, MT dan Ketua Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing (CBIOM3S) Dr. Rifky Ismail, ST, MT.

Sumber : tribunnews