Reuni UNDIP :  Sebagai kampus yang fokus pada studi psikologi keluarga, Fakultas Psikologi (Fapsi) Universitas Diponegoro (Undip) mengajak alumninya untuk membenahi permasalahan bangsa mulai dari keluarganya.

Dekan Fapsi Undip, Hastaning Sakti menyatakan apapun permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, seringkali bermula dari masalah keluarga. Sehingga negara akan baik apabila lingkaran terkecil keluarga itu juga baik.

“Masih banyak lagi yang bisa dikaji dari psikologi bangsa ini, terutama masalah keluarga. Sejak awal visi kami memang ke arah psikologi keluarga, makanya kami dirikan Pusat Penelitian Keluarga (PPK), disana ada kajian mulai dari indeks kebahagiaan, mengenai keluarga dan etnis, mengenai ketangguhan dan sebagainya. Tentunya bekerjasama dengan banyak pihak,” tutur Bu Hasta, demikian sapaan akrabnya, disela-sela acara temu kangen ikatan alumni psikologi (Ikapsi) di hotel Grasia, Sabtu.

 “Empati berarti merasakan apa yang dirasakan orang lain, artinya mari utamakan orang lain daripada diri sendiri. Kita lulus dan bekerja untuk bermanfaat bagi orang lain. Karenanya, kampus kita harus bisa memberikan kontribusi berarti untuk semua,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Ikapsi Undip Faris Fanani menyatakan tema psikologi keluarga itu cukup mewarnai keluarganya.

“Saya menikah saat masih kuliah. Dan anak kami saat ini berusia 9 tahun, baru-baru ini membuat cerpen berjudul Mahkota Surga untuk Ayah, silahkan dibeli,” terang Faris sembari tertawa.

Faris berharap dengan berkumpulnya para alumni berarti mereka kembali untuk berbagi dengan almamaternya.

“Semoga bisa bermanfaat dari fakultas untuk universitas bahkan negeri. Kami ajak alumni dengan bahasa yang psikologis lewat tema Empati untuk Negeri, saatnya ilmu psikologi banyak berperan,” jelas Faris.

Acara yang berlangsung selama dua hari diramaikan dengan seminar, sarapan bersama, napak tilas, dan juga doa untuk alumni dan dosen yang telah wafat.

Acara reuni akbar Ikapsi diadakan memperingati dua dasawarsa Fapsi Undip. Hadir sebagai undangan seluruh alumni sejak angkatan 1996 hingga 2011, tak ketinggalan seluruh dosen dan civitas academica. Fapsi Undip sendiri telah meluluskan 1.200an sarjana yang tersebar seluruh indonesia.

Ketua Ikapsi Faris Fanani berharap dengan berkumpulnya para alumni berarti mereka kembali untuk berbagi dengan almamaternya.

“Semoga bisa bermanfaat dari fakultas untuk universitas bahkan negeri. Kami ajak alumni dengan bahasa yang psikologis lewat tema Empati untuk Negeri, saatnya ilmu psikologi banyak berperan,” jelas Faris.