Reuni UNDIP : Ketika sejumlah kapal tidak berani melaut karena badai besar yang terjadi di tengah laut.

Justru sebaliknya, kapal paralon menjajal saat kondisi cuaca buruk dan berangkat selama dua hari dari Rabu-Kamis (7-8/9/2016).

Nahkoda kapal, Abdurahman menyampaikan, selama tujuh jam, sejak pukul 21.00-04.00 tersebut kapal paralon berada di tengah-tengah badai.

“Persisnya sekitar 5 derajat lintang utara kami terkena badai sampai subuh baru bisa keluar. Untung sebelumnya kita sudah tebar jaring,” ujar dia, setelah berlabuh di galangan kapal PT Barokah Marine, Kamis (8/9/2016).

Dia menjelaskan, jaring gillnet yang disebar tersebut memiliki panjang sekitar 2.400 meter yang telah ditebar sebelum badai.

Setelah badai reda, kata dia, jaring tersebut diangkat dan mendapatkan hasil yang cukup baik sekitar 1 ton.

“Selama badai kondisi kapal tetap kuat, tidak ada masalah. Biarpun angin kencang, dan ombak besar,” ucapnya.

sumber : tribnnews