Reuni UNDIP – Semarang : “Ketika hatimu bergetar gelisah melihat saudaramu terkungkung bencana, maka kita adalah kawan.” Kredo singkat itu tiba-tiba menjadi penggerak cepat yang melibas batas-batas perbedaan saat menyaksikan saudara kita di Pidie, Aceh, terserak dan menangis terkena bencana gempa bumi. Sebagai bagian dari kemanusiaan, musisi Semarang menggelar Semarang Untuk Aceh: Konser Musik Peduli Pidie.

7 DESEMBER 2016 lalu, akan menjadi kenangan buruk untuk sebagian warga di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Gempa bumi berkekuatan 6,5 skala richter melantakkan harmoni kehidupan dengan banyak kerusakkan fisik bangunan dan mental penduduknya. Data terakhir yang dilansir BNPB diperkirakan 102 penduduk tewas. Bencana yang memakan korban cukup besar ini, serta merta menggugah banyak pihak untuk melakukan kegiatan kemanusiaan, termasuk musisi-musisi di Semarang, Jawa Tengah.

Digagas oleh Ausi Kurnia Kawoco, pegiat musik yang membawa bendera ” Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi [IKAFE] Universitas Diponegoro, berawal satu kegelisahan akan nasib saudara-saudara kita di Pidie. “Inilah bagian kemanusiaan kita, menegasikan apa yang bisa kita perbuat untuk manusia lain. Karena komunitas saya adalah musik, mengapa tidak mengajak musisi lain untuk melakukan aktifitas kemanusiaan lewat musik,” ujarnya.

Gayung bersambut, ketika ide itu ternyata satu visi dengan keinginan RRI Semarang. Bertemu dengan Drs. Herman Zuhdi, M.Si, Kepala RRI Semarang, menajamkan ide kemanusiaan itu. “Kami menangkap visi yang sama tentang kemanusiaan. Lalu kita bersinergi untuk memampukan kegiatan ini bisa mengetuk banyak orang untuk terlibat. Banyak orang itu tidak dibatasi oleh apapun, benar-benar cair untuk kegiatan filantropi ini,” cerita Drs. Herman Zuhdi, M.Si.

Konser Musik Peduli Pidie ini melibatkan dan disupport banyak komunitas musik di Semarang. Dan kalau bicara soal genre, semua genre yang ada terlibat secara masiv. Ada komunitas Jazz Ngisoringin, Komunitas Blues, Rock, Pop walaupun tidak semua komunitas musik menampilkan artisnya. Juga disupport dari komunitas Sound System Semarang serta jajaran Dosen Fakultas Ekonomi Undip berikut pasukan mahasiswanya dan pengusaha-pengusaha maupun pejabat dari kota Semarang termasuk Walikota Semarang, Hendar Prihadi, dan Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum.

Digelar di Auditorium RRI, hari Kamis 15 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB, Semarang Untuk Aceh: Konser Musik Peduli Pidie ini menjadi satu kepedulian dan toleransi antar umat manusia yang hakiki. Bersatu, memberikan doa dan hasil terbaik untuk Pidie, mungkin tak akan diingat lama, tapi kemanusiaaan yang digulirkan, tak akan pernah berhenti. Bukankah derajat tertinggi kemanusiaan adalah peduli dan toleransi?

Mari bergandengan tangan untuk Pidie.

Rekening BRI
a.n. Sugiarti qq Bansos IKAFE

No. Rek. 116701008087508